SPORT

Pembibitan Atlet Bulutangkis, PBSI Gelar Turnamen di 10 Kota

Sidu Cup akan diagendakan selevel Sirkuit Nasional (Sirnas).
Senin, 1 April 2013
Oleh : Edwan Ruriansyah, Rejdo Prahananda
Ketua Umum PB PBSI, Gita Wirjawan
VIVAnews - Sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan bibit pebulutangkis muda di Indonesia, Sinar Dunia dan PB PBSI menggelar Kejuaraan bulutangkis Sinar Dunia Cup (Sidu Cup) pada 2-6 April 2013. Turnamen ini diikuti kelompok usia SD dan SMP memperebutkan Piala Gita Wirjawan.

Jakarta akan mendapat kehormatan sebagai seri pembuka Sidu Cup, diikuti 9 kota besar lainnya di Indonesia yaitu Denpasar, Solo, Pekanbaru, Bandung, Banjarmasin, Manado, Makassar, Palembang dan Surabaya. Total hadiah turnamen ini mencapai Rp1 miliar.

Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan, antusias dengan langkah produsen buku tulis itu untuk menggelar turnamen bulutangkis. “Kami mengapresiasi upaya Sidu untuk mendapatkan atlet muda bulutangkis berprestasi. Diharapkan, dari turnamen ini akan lahir atlet kelas dunia yang bisa mengangkat prestasi Indonesia,” ujar Gita dalam sambutannya.

PBSI berencana mencantumkan Sidu Cup sebagai kejuaraan bertaraf Sirkuit Nasional (Sirnas) yang akan diselenggarakan setiap tahun. “Ini bentuk kaderisasi untuk mencari bibit bulutangkis andal di Indonesia,” kata Gita yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan itu.

Komitmen untuk memberdayakan bulutangkis di kalangan pelajar diteken antara PBSI, Sinar Dunia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, juga mendukung penuh bulutangkis sebagai kegiatan kurikuler yang akan diajarkan di setiap sekolah.

“Kami telah memiliki agenda untuk menjadikan bulutangkis sebagai mata pelajaran kurikuler serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai agar pelatihan bulutangkis optimal,” ujar M Nuh dalam jumpa pers di Lapangan Golf, Senayan, Jakarta, Senin 1 April 2013.

Dalam kesempatan itu, tanpa mengesampingkan cabang olahraga lain, M Nuh berharap, bulutangkis bisa menjadi sarana aktualisasi diri bagi pelajar untuk memacu prestasi. Tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. “Bulutangkis juga memiliki peran untuk mengarahkan kegiatan pemuda, khususnya pelajar menjadi lebih positif."

“Kami memiliki visi anak sekolah tingkat SD dan SMP tidak hanya pandai di bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga. Saya berharap, melalui bulutangkis, dua prestasi ini bisa berjalan bersama,” tutur M Nuh. (ibk)
TERKAIT
TERPOPULER