McLaren Konsentrasi Pangkas Kesalahan
Tim yang identik dengan warna silver itu seringkali kehilangan banyak waktu di pit-stop.
McLaren
VIVAnews - Rangkaian kesalahan teknis yang menjangkiti McLaren mendapat respon cepat dari Martin Whitmarsh. Tim Prinsipal Silver Arrows itu fokus memangkas kealpaan yang belakangan melanda timnya.
Tim yang identik dengan warna silver tersebut seringkali kehilangan banyak waktu di pit-stop. Personel awak tim dirombak agar kejadian serupa tidak terulang.
Faktor human-error kembali merugikan tim di GP Spanyol akhir pekan lalu. Nasib sial menimpa Lewis Hamilton. Pole-position yang diraihnya menguap setelah pembalap tersebut harus mengawali balapan dari posisi terbelakang karena tim lalai menghitung bahan bakar.
Berangkat dari kesalahan tersebut, Whitmarsh menegaskan timnya konsen mengevaluasi dan mengurangi bentuk kesalahan. Meskipun, dia sendiri tidak memungkiri, kesempurnaan sesuatu yang mustahil."Satu kesalahan bisa dilakukan, dan kami telah membuatnya salah satu di antaranya," jelas Whirtmarsh.
"Ini sangat menyakitkan, frustasi dan sangat sulit bagi tim dan kami cukup banyak mendapat kritik dan pengawasan eksternal," sesal Whitmarsh merefleksikan kesalahan yang dilakukan timnya di GP Spanyol.
Walaupun timnya tidak luput dari kesalahan, Whitmarsh menjamin kesalahan serupa tidak akan terulang di masa mendatang."Tetapi percayalah, kami akan berusaha lebih keras dengan diri sendiri. Itu sesuatu yang wajar bila kami dikritik jika Anda melakukan kesalahan."
"Kami memiliki proses yang kompleks, dengan banyak tantangan. Tetapi kami harus fokus tidak membuat kesalahan. Ini bukan sulap. Ini pekerjaan kami dan kami harus melakukannya dengan benar," Whitmarsh melanjutkan.
Lewat kesalahan yang dilakukan timnya, pria jebolan Universitas Portsmouth itu mengatakan, pengalaman menjadi guru berharga bagi timnya. "Anda harus bekerja keras melihat data, memahami dan mempelajarinya dan kemudian mencoba mempengaruhi kendali berdasarkan data yang didapat."
"Sekali Anda memahami dan kemudian memberikan yang terbaik, seperti ban, merupakan bagian dari tantangan selanjutnya. Kami memiliki beberapa pandangan dan ide," ujarnya.
"Kami selalu belajar dari sesuatu. Tapi saya tidak berpikir ada seseorang di sini yang bisa meyakinkan saya, mereka telah memahami ban dan tahu bagaimana mendapatkan kenyamanan dan bisa tampil percaya diri untuk mengeksploitasi (ban) secara teratur," Whitmarsh mengakhiri. (umi)
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Kisah Misteri Penyebab Kecelakaan di Gunung Lipan Kalimantan
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



